Rabu, 28 Agustus 2019

Laporan Praktikum Genetika Siklus Hidup Lalat Buah


Description: D:\cropped-logo-unej.png

LAPORAN PRAKTIKUM
GENETIKA
“SIKLUS HIDUP LALAT BUAH (Drosophila melanogaster)”




Oleh:

Nama               : Hofidatul Maisaroh
NIM                : 170210103076
Program studi : Pendidikan Biologi
Kelompok       : 5





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018


I.                   JUDUL
SIKLUS HIDUP LALAT BUAH (Drosophila melanogaster)
II.                TUJUAN
2.1    Mengetahui siklus hidup lalat buah
2.2    Mengetahui cara merawat lalat buah
III.             DASAR TEORI
Drosophila melanogaster umumnya dikenal sebagai lalat  buah dalam istilah atu dalam pustaka-pustaka biologi eksperimental dan merupakan yang paling banyak digunakan dalam penelitian genetika, fisiologi dan evolusi sejarah kehidupan.  Hewan ini dikenal sebagai hewan mungil yang mudah dipelihara, mudah digunakan, dan generasinya dapat berlangsung selama sebulan (Fried, 2006).
Lalat buah merupakan hama yang dapat merusak tanaman. Fase hidup lalat buah dari telur, larva (belatung), pupa dan akhirnya menjadi serangga dewasa (imago) merupakan metamorfosis sempurna. Umur imago atau lalat buah dewasa berkisar satu bulan (Oktary, 2015).
Ciri dari lalat buah yakni ukurannya sekitar 3-4 mm, berwarna kecokelatan atau kekuning-kuningan, dan memiliki bulu-bulu di dekat mulut. Hewan ini dapat dijumpai di pertanaman rumah atau buah busuk maupun rumah yang memiliki persediaan buah-buahan. Rumah yang memiliki banyak buah termasuk faktor biotik yang mempengaruhi populasi lalat itu sendiri (Susanto, 2017).
Drosophilla melanogaster menjadi subjek pilihan dalam berbagai macam penelitian. Mengapa? Karena tidak memerlukan biaya untuk memberi makan hewan yang memiliki panjang sekitar 3 mm ini dan bisa bertahan hidup di dalam botol. Lalat buah juga memiliki siklus hidup yang pendek dan bereproduksi dengan cepat (Starr, 2012).
Kekurangan makanan pada lalat buah mengakibatkan kuantitas telur menjadi berkurang. Imago yang kekurangan nutrisi akan menghasilkan larva berukuran kecil. Larva ini hanya mampu membentuk pupa berukuran kecil  dan sering gagal berkembang menjadi individu dewasa. Kualitas dari telur dapat dipengaruhi oleh jenis dan jumlah makanan (Oktary, 2015).
Kondisi ideal penempatan Drosophilla melanogaster didalam medium botol yaitu ketika tersedia cukup ruang, dalam kondisi ini imago dapat bertahan hidup selama 40 hari. Namun, ketika kondisi botol medium penuh, akan menyebabkan menurunnya produksi telur dan meningkatnya kematian individu dewasa. Hewan ini juga menyukai tempat-tempat yang kekurangan cahaya ataupun remang-remang dan gelap (Oktary, 2015).
Pemeliharaan lalat buah dapat digunakan di berbagai medium. Medium yang digunakan adalah ragi. Fungsi ragi ialah untuk mengembangkan adonan. Adonan mengembang disebabkan oleh aktivitas ragi yang menghasilkan karbondioksida selama proses fermentasi berlangsung. Gas inilah yang kemudian terperangkap dalam jaringan gluten hingga menyebabkan roti mengembang (Safitri, 2017).

IV.             METODE PRAKTIKUM
4.1    ALAT DAN BAHAN
a.       Lalat buah dari berbagai umur
b.      Kuas kecil
c.       Sumbat busa
d.      Selang besar dan selang kecil
e.       Kasa
f.       Kertas pupasi
g.      Botol selai
h.      Pisang
i.        Tape
j.        Pernipan
k.      Gula merah

4.2    SKEMA KERJA
a.       Membuat medium
Text Box: Mencampurkan semua bahan yang telah disiapkan dengan menambah air kemudian blender sampai benar-benar halus       


















Text Box: Memasak hingga mendidih dan sedikit kental






Text Box: Memasukkan medium dalam botol kultur, setelah medium dalam keadaan hangat menaburi dengan 7 butir pernipan






Text Box: Menunggu hingga dingin dan masukkan kertas pupasi





Text Box: Menutup dengan sumbat spons
 













b.      Menginokulasi
Text Box: Menyiapkan selang kecil yang ujungnya sudah ditutup dengan kasa       
















Text Box: Memasukkan kedalam selang besar






Text Box: Menggabung selang tadi kemudian memasukkan dalam botol yang didalamnya sudah ada lalat buah







Text Box: Menutup ujung selang besar dan memindahkan lalat ke botol kultur
 















V.                HASIL PENGAMATAN
Botol
Hari Ke-
Gambar
Keterangan
A
0

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM.jpeg
Terdapat periental betina yang terdiri dari 3 species betina dan 2 species jantan
1

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM.jpeg
Tidak terjadi perubahan, di dalam botol
2

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM.jpeg
Terdapat telur berwarna putih lonjong dengan ujung anterior terdapat 2 tangkai kecil seperti sendok


3


Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM(1).jpeg

Telur menetas menjadi larva instar 1
4

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(1).jpeg
Larva instar 1 mengalami pergantian kulit menjadi larva instar 2
5
Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(2).jpeg
Larva instar 2 mengalami pergantian kulit ke- 2 dan menjadi larva instar 3
6

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(3).jpeg
Larva berhenti bergerak dan menjadi prepura putih  dengan spirakel yang membalik
7
Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.27.19 PM.jpeg
Prepura berubah menjadi warna kecokelatan yang disebut pupa





Botol
Hari Ke-
Gambar
Keterangan
B
0

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM.jpeg
Terdapat periental betina yang terdiri dari 3 species betina dan 2 species jantan
1

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM.jpeg
Tidak terjadi perubahan, di dalam botol
2

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM.jpeg
Terdapat telur berwarna putih lonjong dengan ujung anterior terdapat 2 tangkai kecil seperti sendok


3


Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM(1).jpeg

Telur menetas menjadi larva instar 1
4

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(1).jpeg
Larva instar 1 mengalami pergantian kulit menjadi larva instar 2
5
Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(2).jpeg
Larva instar 2 mengalami pergantian kulit ke- 2 dan menjadi larva instar 3
6

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(3).jpeg
Larva berhenti bergerak dan menjadi prepura putih  dengan spirakel yang membalik
7
Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.27.19 PM.jpeg
Prepura berubah menjadi warna kecokelatan yang disebut pupa

Botol
Hari Ke-
Gambar
Keterangan
C
0

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM.jpeg
Terdapat periental betina yang terdiri dari 3 species betina dan 2 species jantan
1

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM.jpeg
Tidak terjadi perubahan, di dalam botol
2

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM.jpeg
Terdapat telur berwarna putih lonjong dengan ujung anterior terdapat 2 tangkai kecil seperti sendok


3


Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM(1).jpeg

Telur menetas menjadi larva instar 1
4

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(1).jpeg
Larva instar 1 mengalami pergantian kulit menjadi larva instar 2
5
Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(2).jpeg
Larva instar 2 mengalami pergantian kulit ke- 2 dan menjadi larva instar 3
6

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(3).jpeg
Larva berhenti bergerak dan menjadi prepura putih  dengan spirakel yang membalik
7
Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.27.19 PM.jpeg
Prepura berubah menjadi warna kecokelatan yang disebut pupa

Botol
Hari Ke-
Gambar
Keterangan
D
0

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM.jpeg
Terdapat periental betina yang terdiri dari 3 species betina dan 2 species jantan
1

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM.jpeg
Tidak terjadi perubahan, di dalam botol
2

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM.jpeg
Terdapat telur berwarna putih lonjong dengan ujung anterior terdapat 2 tangkai kecil seperti sendok


3


Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM(1).jpeg

Telur menetas menjadi larva instar 1
4

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(1).jpeg
Larva instar 1 mengalami pergantian kulit menjadi larva instar 2
5
Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(2).jpeg
Larva instar 2 mengalami pergantian kulit ke- 2 dan menjadi larva instar 3
6

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(3).jpeg
Larva berhenti bergerak dan menjadi prepura putih  dengan spirakel yang membalik
7
Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.27.19 PM.jpeg
Prepura berubah menjadi warna kecokelatan yang disebut pupa

Botol
Hari Ke-
Gambar
Keterangan
E
0

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM.jpeg
Terdapat periental betina yang terdiri dari 3 species betina dan 2 species jantan
1

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM.jpeg
Tidak terjadi perubahan, di dalam botol
2

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM.jpeg
Terdapat telur berwarna putih lonjong dengan ujung anterior terdapat 2 tangkai kecil seperti sendok


3


Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.14 PM(1).jpeg

Telur menetas menjadi larva instar 1
4

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(1).jpeg
Larva instar 1 mengalami pergantian kulit menjadi larva instar 2
5
Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(2).jpeg
Larva instar 2 mengalami pergantian kulit ke- 2 dan menjadi larva instar 3
6

Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.06.13 PM(3).jpeg
Larva berhenti bergerak dan menjadi prepura putih  dengan spirakel yang membalik
7
Description: C:\Users\asus\Downloads\WhatsApp Image 2018-10-12 at 10.27.19 PM.jpeg
Prepura berubah menjadi warna kecokelatan yang disebut pupa

VI.             PEMBAHASAN
Lalat buah (Drosophilla melanogaster) merupakan hewan dari kelas insecta yang memiliki siklus hidup lebih cepat dari hewan lain, bisa kita sebut sebagai hewan berumur pendek bahkan dapat menyelesaikan siklus hidupnya dalam 12 hari. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan sampel dalam penelitian yang membutuhkan waktu sedikit, misalnya penelitian secara biologis dalam genetika. Bentuk yang unik dan kecil menambah ketertarikan peneliti untuk mengamati fase-fase kehidupan lalat buah..
Selain itu lalat buah sering kita temukan karena jumlahnya memang melimpah di alam. Keturunan yang diperoleh ketika bereproduksi juga sangat besar.
Persilangan pada lalat buah melibatkan beberapa species beda kelamin dalam setiap botol. Maka dari itu, ketika ingin memasukkan lalat ke dalam botol, kita harus menentukan jenis kelamin si lalat dengan melihat ciri morfologinya, misal melihat ukuran, perbedaan warna pada bagian dorsal dan ventralnya, bentuk tubuh serta karakteristik lain yang mendukung. Berikut adalah penjelasan sedikit mengenai perbedaan lalat buah jantan dan betina yang terlihat oleh mata.
Lalat jantan memiliki ciri ukuran tubuh yang lebih kecil, membawa warna tubuh berupa pigmen hitam yang dominan, ditemukan adanya sisir rambut (sex comb), bagian ujung (caudal) abdomen lalat membulat dan tumpul. Berbanding terbalik dengan bagian abdomennya yang sempit dan berbentuk silindris.
Karakteristik morfologi lalat betina antara lain tubuhnya lebih besar dibanding yang jantan, abdomen membesar membentuk oval, ujung (caudal) abdomen sempit berbentuk silindris, warna tubuh lebih cerah dibanding yang jantan, dan tidak ditemukan adanya sisir kelamin (sex comb).
Dari kedua paragraf diatas kita dapat membedakan mana lalat jantan mana lalat betina tanpa menggunakan mikroskop dan kacamata pembesar, cukup dengan mata kita sendiri.
Proses pertumbuhan lalat berlangsung sekitar 8-15 hari tergantung dari perlakuan atau faktor  yang diberikan seperti suhu, intensitas cahaya, kelembaban, kualitas makanan, angin, dan masih banyak lagi.
Pertumbuhan lalat bermula dari telur sebagai anak dari parietal 1. Ketika telur menetas, keluar larva instar 1 dengan ukuran kecil berwarna putih  yang menempel di kertas pupasi dan media. Larva instar 1 akan berkembang lagi menjadi larva instar 2 setelah mengalami pergantian kulit. Larva instar 2 memiliki ciri yaitu adanya spirakel di bagian anterior yang berupa tonjolan seperti sendok atau catut. Larva instar 2 akan meregenerasi kulit kembali menjadi larva instar 3  yang juga memiliki spirakel disertai tonjolan pada bagian anterior.
Larva instar 3 akan mengalami masa seperti masa dormansi yang ditandai dengan berhenti makan kemudian keluar dari media. Larva akan berkembang lagi menjadi prepupa putih dengan spirakel membalik. Ketika prepupa berubah warna menjadi cokelat, maka itulah pupa.
Hewan yang berada di dalam pupa akan bermetamorfosis dan akhirnya  keluar  dalam bentuk hewan dewasa (imago). Tubuh lalat berwarna pucat, sayap terlipat dengan abdomen berbentuk memanjang. Sejam kemudian, sayap yang tadinya melipat akan merentang hingga bisa terbang.
Adapun alat-alat yang digunakan dalam pengamatan antara lain kuas kecil, botol selai, kasa, selang besar, selang kecil, gunting, kompor, sumbat busa, blender dan beberapa alat lain yang mungkin penulis lupa.
Fungsi dari kuas kecil adalah untuk membersihkan botol selai. Botol selai meruakan alat yang digunakan untuk menyimpan kertas pupasi, medium, dn lalat buah. Kasa berfungsi sebagai penyumbat agar lalat tidak masuk ke kerongkongan praktikan. Selang besar dan selang kecil digunakan untuk menyedot lalat buah dari botol perangkap ke botol selai. Gunting digunakan untuk memotong kertas pupasi, sumbat busa, dan kasa. Kompor adalah alat yang digunakan untuk memanaskan bahan medium. Sumbat busa berfungsi sebagai alat penutup botol. Blender merupakan alat pencampur semua bahan untuk medium.
Setiap ada alat, pastinya ada bahan yang digunakan untuk pengamatan ini antara lain lalat buah (Drosophilla melanogaster) beda jenis kelamin, kertas pupasi, botol selai, pisang, tape, pernipan, dan gula merah.
Lalat merupakan hewan yang dijadikan objek pengamatan, baik dilihat siklus hidup maupun cara pemeliharaannya. Kertas pupasi berfungsi sebagai tempat melekatnya larva instar maupun pupa. Pisang merupakan buah dengan gizi tinggi dan rasa yang enak tentunya disukai oleh lalat buah. Gula merah berfungsi sebagai pemanis dan hal yang bersifat manis disukai oleh lalat. Fungsi dari pemberian pisang dan tape dengan perbandingan 6:1 sering digunakan oleh beberapa peneliti karena dianggap paling cocok untuk pemeliharaan lalat buah.
Bahan terpenting lain yaitu ragi atau pernipan. Menurut Safitri ragi atau fermifan berfungsi untuk menyediakan ruang udara pada medum. Ruang udara ini berasal dari hasil fermentasi berupa CO2.
Setiap kelompok menggunakan 5 botol yang masing-masing berisi 5-7 lalat berbeda kelamin. Hasil pengamatan kelompok kami terhadap perkembangan larva lalat kurang lebih sama antar botol tiap harinya. Pada hari ke-0 masih belum terjadi perubahan apa-apa. Hari ke-1 juga tidak terjadi perubahan. Pada hari ke-2 mulai terlihat telur berbentuk lonjong berwarna putih dengan ujung anterior terdapat dua tangkai kecil seperti sendok. Hari ke-3 telur menetas dan terlihat larva instar 1 dengan ciri ukuran sangat kecil berwarna putih.
Pada hari ke-4 larva instar 1 berubah menjadi larva instar 2 yang ditandai dengan munculnya spirakel pada bagian anteriornya. Ukuran tubuhnya lebih besar dari larva nstar 1. Berlanjut pada hari ke-5, terdapat larva instar yang ukurannya sangat besar dan lebih panjang dari larva instar 2, berwarna putih  dan berjalan kemana-mana. Ukuran sekitar 3 mm.
Pada hari ke-6 larva berhenti bergerak dan berubah menjadi prepupa putih dengan spirakel membalik. Ukuran lebih kecil dan lebih bulat dari larva instar 3. Pada hari terakhir pengamatan, prepupa tadi berubah menjadi warna cokelat. Ketika prepupa berubah warna itulah yang disebut dengan pupa. Pupa inilah yang nantinya akan terus berkembang menjadi lalat.
Kendala yang kami temukan selama pengamatan ialah menyimpan 5 botol selai pada tempat yang terkena terik matahari langsung pada hari pertama. Mungkin hal ini yang menyebabkan pada hari ke-1 tidak terjadi perubahan apa-apa pada lalat. Menurut Safitri, juga diterangkan bahwa suhu yang melebihi 30° C dapat menyebabkan lalat menjadi steril. Pada beberapa botol juga ditemukan lalat mati, hal ini mungkin terjadi karena lalat terlalu lemas hidup di tempat yang begitu sempit sehingga kekurangan oksigen.

VII.          PENUTUP
A.    KESIMPULAN
a. Siklus hidup lalat buah berlangsung sekitar 8-15 hari mulai dari telur sampai imago.
b. Memelihara lalat buah sangat mudah, cukup dengan mengatur faktor biotik dan abiotik yang pas dengan lalat buah
B.     SARAN
-


DAFTAR PUSTAKA
Fried, G.H. & Hademenos, G.J.2006.BIOLOGI.Jakarta: Penerbit Erlangga.
Oktary, A.D; M. Ridwan; Armi. 2015. EKSTRAK DAUN KIRINYUH (Eupatorium odoratum) DAN LALAT BUAH (Drosophila melanogaster). Serambi Akademika. Vol. 3(2): 335-342.
Safitri, D. dan S. Bachtiar. 2017. PENGARUH PENAMBAHAN RAGI PADA MEDIA TERHADAP PERKEMBANG BIAKAN Drosophila melanogaster. JURNAL BIOLOGY SCIENCE & EDUCATION.Vol. 6 (1): 45-51.
Starr, C., Taggart, R., dan Starr, L.2013.Biologi.Jakarta: Salemba Teknika.
Susanto, A.; F. Fathoni; N.I.N.N. Utami; Tohidin.2017.Fluktuasi Populasi Lalat Buah (Bactrocera dorsalis Kompleks) pada Pertanaman Pepaya di Desa Margaluyu, Kabupaten Garut.Jurnal Agrikultura.Vol. 28 (1): 32-38.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar