LAPORAN
PRAKTIKUM
GENETIKA
“PENGENALAN
MUTAN”
Oleh:
Hofidatul Maisaroh (170210103076)
Kelas A/ Kelompok 5
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN
PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JEMBER
2018
I.
JUDUL
PENGENALAN MUTAN
II.
TUJUAN
2.1 Mengetahui
berbagai jenis mutan pada lalat buah
2.2 Mengetahui
ciri-ciri berbagai jenis mutan pada lalat buah
III.
DASAR
TEORI
Mutasi
merupakan perubahan materi genetik yang dapat diturunkan dan dapat memunculkan
bentuk-bentuk alternatif gen apapun. Bentuk-bentuk alternatif ini disebut alel.
Jenis mutasi terbagi menjadi dua yaitu mutasi yang mempengaruhi gen dan mutasi
yang mempengaruhi kromosom atau penyimpangan kromosom (Stansfield, 2009).
Mutasi
gen atau mutasi titik, merupakan perubahan kimiawi pada satu pasangan gen.
Tipe-tipe mutasi titik suatu gen dibagi menjadi dua yaitu substitusi
(penggantian) pasangan basa dan insersi atau delesi pasangan basa. Jika mutasi
memiliki efek buruk maka disebut sebagai kelainan atau penyakit turunan (Campbell,
2010).
Penyimpangan
kromosomal terbagi menjadi dua macam, yait perubahan struktur dan jumlah
kromosom. Perubahan struktural terbagi menjadi delesi, duplikasi, inversi, dan
translokasi. Sedangkan perubahan yang mempengaruhi jumlah kromosom terdiri dari
poliploidi dan aneuploidi (Stansfield, 2009).
Adapun
beberapa agen fisik dan kimiawi, disebut dengan mutagen. Mutagen ketika
berinteraksi dengan DNA menyebabkan mutasi. Pada tahun 1920-an, Muller
menemukan bahwa sinar X menyebabkan perubahan genetik pada Drosophila melanogaster, ia juga menggunakan sinar-X untuk membuat
mutan-mutan Drosophila untuk
mengembangkan risetnya (Campbell, 2010).
Zat
mutagenik medium kultur (biologi side)
sering kali digunakan untuk menimbulkan mutasi pada objek penelitian seperti Drosophila melanogaster. Salah satu zat
yang dipakai ialah tembakau. Pengaruh zat metagenik terhadap turunan Drosophila melanogaster dengan perlakuan
pemberian tembakau dalam media kultur terbukti mempengaruhi jumlah. Penelitian
ini memperoleh hasil bahwa mutagenik biologi tembakau dapat mengurangi jumlah
keturunan lalat (Rahmawati, 2016).
Karakteristik
morfologi Drosophilla melanogaster tipe
wild type dicirikan dengan warna mata merah, berbentuk bulat agak ellips dan
mata tunggal (oceli) pada bagian atas kepalanya relatif lebih kecil dibanding
mata majemuk. Warna tubuh kuning kecokelatan dengan cincin warna hitam di
bagian dorsal. Ukuran tubuh berkisar 3-5 mm. Sayap cukup panjang dan transparan.
Abdomen bersegmen 3-5 dengan garis warna hitam
(Hotimah, 2017).
Salah
satu mutan yaitu lalat tipe sepia yang memiliki bentuk tubuh sama dengan tipe
normal, perbedaan hanya terletak pada mata facet yang berwarna cokelat tua. Perbedaan
warna mata ini disebabkan ada kelainan kromosom nomor 3, lokus 26 (Hotimah,
2017).
Pengaruh mutasi terhadap performance algoritma
matematika yang berisikan ukuran populasi, probabilitas crossover, dan probabilitas mutasi perlu diperhatikan. Sebuah studi
banding menelisik hal ini untuk memberi gambaran kepada orang-orang genetika
agar memvariasikan nilai probabilitas mutasi dengan jumlah generasi (Ongko,
2017).
IV.
METODE
PRAKTIKUM
4.1
ALAT
DAN BAHAN
4.1.1
ALAT
1. Gelas
arloji
2. Kuas
4.1.2
BAHAN
1. Drosophila melanogaster
normal
2.
17 mutan Drosophila
melanogaster
3. W(White)
4. CL (Clot)
5. Pr (Purple)
6. Ma-I (Maroon like)
7. Se (Sepia)
8. Wa (white apricot)
9. We( white aeosin)
10. Dp
(Dumphi)
11. M
(Miniature)
12. Vg
(Vestigial)
13. Tx
(Taxi)
14. Bar
3
15. Ey2
(eyeless)
16. Eym
(eyenisin)
17. Black
18. Y2
(Yellow)
19. E
(Eboni)
4.2
SKEMA
KERJA
Memilih
3-4 mutan dari 17 mutan yang telah disediakan, yakni:
a)
Lalat yang warna matanya
termutasi, dengan bagian lain tetap;
b)
Lalat yang bentuk matanya
termutasi, dengan bagian lain tetap;
c)
Lalat yang warna tubuhnya
termutasi, dengan bagian lain tetap;
d)
Lalat yang bentuk sayapnya
termutasi, dengan bagian lain tetap;
|
Mengamati perbedaan
mutan dengan lalat normal
|
Mencatat hasil
ciri-ciri mutan dan perbedaannya dengan lalat normal dalam lembar
pengamatan
|
V.
HASIL
PENGAMATAN
No
|
Nama
Mutan
|
Gambar
|
Keterangan
|
1
|
White eye
|
Warna mata : putih
Bentuk mata : tetap
Warna tubuh : tetap
Bentuk sayap : tetap
Kromosom : 1
Lokus : 1,5
|
|
2
|
Eboni
|
Warna mata : tetap
Bentuk mata : tetap
Warna tubuh : hitam mengkilat
Bentuk sayap : tetap
Kromosom : 3
Lokus : 70,2
|
|
3
|
Wild type (normal)
|
Warna mata : cokelat
Bentuk mata : merah
Warna tubuh : hitam
Bentuk sayap : proporsional
|
|
4
|
Black
|
Warna mata : hitam
Bentuk mata : tetap
Warna tubuh : hitam
Bentuk sayap : tetap
Kromosom : 2
Lokus : 48,5
|
|
5
|
Eye missing
|
Warna mata : tetap
Bentuk mata : kecil
Warna tubuh : tetap
Bentuk sayap : tetap
Kromosom : 3
Lokus : 67,9
|
|
6
|
Sepia
|
Warna mata : cokelat
Bentuk mata : tetap
Warna tubuh : cokelat
Bentuk sayap : tetap
Kromosom : 3
Lokus : 26
|
|
7
|
Rough
|
Warna mata : tetap
Bentuk mata : permukaan kasar
Warna tubuh : tetap
Bentuk sayap : tetap
Kromosom : 3
Lokus : 91,1
|
|
8
|
Vesigial
|
Warna mata : tetap
Bentuk mata : tetap
Warna tubuh : tetap
Bentuk sayap : kecil
Kromosom : 2
Lokus : 67
|
|
9
|
Curled
|
Warna mata : tetap
Bentuk mata : tetap
Warna tubuh : tetap
Bentuk sayap : melengkung keatas
Kromosom : 3
Lokus : 50
|
|
10
|
Taxi
|
Warna mata : tetap
Bentuk mata : tetap
Warna tubuh : tetap
Bentuk sayap : terentang sejauh 75°
Kromosom : 3
Lokus : 91
|
|
11
|
Miniature
|
Warna mata : tetap
Bentuk mata : tetap
Warna tubuh : tetap
Bentuk sayap : lebih pendek dari
abdomen
Kromosom : 1
Lokus : 36
|
*Tetap: warna atau bentuk tidak
termutasi atau sama dengan bagian lalat buah yang normal.
VI.
PEMBAHASAN
Mutasi
merupakan perubahan bentuk materi genetik (gen atau kromosom) yang dapat
diwariskan dan dapat memunculkan bentuk-bentuk alternatif berbagai gen pada
generasi berikutnya. Generasi berikutnya ataupun mahluk hidup yang terkena
mutasi disebut mutan. Adapun faktor-faktor yang memnyebabkan berlangsungnya
mutasi disebut mutagen. Proses terjadinya mutasi disebut mutagenesis.
Karakteristik
lalat buah (Drosophila melanogaster)
normal dicirikan dengan mata berwarna merah, warna tubuh kuning kecokelatan
dengan cincin hitam di tubuh bagian belakang, memiliki bentuk sayap yang
proporsional, serta mata majemuk berbentuk bulat ellips dan oceli pada bagian
atas kepala dengan ukuran relatif lebih kecil dari mata majemuk.
Pigmen
yang berperan dalam mutasi ini ialah pigmen pteridin. Pigmen pteridin ini
terbagi menjadi dua yaitu pigmen omnokrom dan pigmen dropsoterin. Pigmen
omokrom membawa warna cokelat pada mata , pigmen ini dihasilkan dari
metabolisme triptovan. Pigmen dropsoterin merupakan pigmen pembawa warna merah
yan dihasilkan dari metabolisme purin.
Berdasarkan
pengamatan, terdapat 11 Drosophila
melanogaster dengan 10 mutan dan 1 normal. Berikut penjelasan masing-masing
mutan beserta ciri, tempat terjadi, dan alasan terjadinya mutasi.
Mutan
pertama ialah pada Drosophila
melanogaster tipe white eye. Lalat ini memiliki kelainan pada bagian
matanya yang berwarna putih. Bagian lain seperti warna tubuh, bentuk mata, dan
bentuk sayap sama dengan lalat normal. Keadaan ini terjadi karena tidak
mengalami pigmetasi pada pteridin yang dropsoterin. Seharusnya mata berwarna
merah, akan tetapi menjadi warna putih. Lokasi mutasi terletak pada kromosom
nomer 10 dan lukus nomer 1,5.
Mutan
kedua ialah Drosophila melanogaster tipe eboni. Warna tubuhnya hitam mengkilat.
Mutan ini hampir sama dengan mutan black, perbedannya hanya pada mengkilat
tidaknya tubuh. Lokasi mutasi ialah pada kromosom nomer 3 dan lokus nomer 70,2.
Mutan
ketiga adalah tipe wild type (normal). Lalat ini tidak mengalami muasi apapun.
Cirinya, memiliki tubuh berwarna cokelat, kuning dan hitam melingkar di daerah
punggung. Mata berwarna merah. Sayap bentuknya proporsional.
Adapun
tipe black, dimana warnanya mirip tipe eboni, akan tetapi eboni lebih
mengkilap. Keseluruhan dari tubuhnya ialah hitam. Bentuk sayap dan mata normal.
Lokasi mutasi yaitu pada kromosom nomer 2 dan lokus nomer 48,5.
Eye
missing. Merupakan tipe dimana bentuk mata kecil dan berwarna merah. Bentuk
sayap dan warnanya sama seperti lalat buah normal lain. Lokasi mutasi terjadi
pada kromosom nomer 3 dan lokus nomer 67,9.
Tipe
sepia. Tipe ini terjadi karena adanya mutasi omnokrom berlebihan yang
dihasilkan dari metabolisme triptovan. Omnokrom ini membawa pigmen warna
cokelat sehingga warna seluruh tubuh cokelat dengan mata berwarna cokelat
gelap. Mutasi ini terletak pada kromosom nomer 3 dan lokus nomer 26.
Tipe
rough. Merupakan tipe dengan bentuk mata normal yang permukaannya kasar. Lokasi
mutasi ialah pada kromosom nomer 3 dan lokus nomer 19,1.
Tipe
vestigial. Bentuk sayap kecil sehingga lalat tidak bisa terbang. Bentuk mata,
warna mata, dan warna tubuh normal. Lokasi mutasi terletak pada kromosom nomer
2, lokus nomer 67.
Bentuk
sayap melengkung ke atas. Bentuk mata, warna mata, dan warna tubuh normal.
Lokasi mutasi terletak pada kromosom nomer 3, lokus nomer 50. Ciri tersebut
merupakan mutan lalat tipe curled.
Mutan
terjadi pada bentuk sayap yang terlentang sampai 75° merupakan tipe taxi.
Bentuk mata, warna mata, dan warna tubuh normal. Lokasi mutasi terletak pada
kromosom nomer 3, lokus nomer 91.
Tipe
miniature. Mutan terjadi pada bentuk sayap yang ukurannya lebih kecil dari
abdomen (perut). Lokasi mutasi terletak pada kromosom nomer 1 dan lokus nomer
36.
Faktor-faktor
penyebab mutasi (mutagen) antara lain karena faktor biologis, mutagen kimia,
radiasi dan temperature.
Faktor
biologik merupakan mutagen yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun media
kultur. Dalam penelitian Rahmawati, media kultur menggunakan tembakau
memperoleh hasil dapat mengurangi jumlah keturunan Drosophila melanogaster.
Radiasi.
Radiasi sinar-X merupakan mutagen yang sering digunakan baik dalam memutasi
tumbuhan maupun hewan. Seperti yang dilakukan oleh bapak Muller yang membuat
mutan-mutan Drosophila melanogaster
dalam penelitiannya pada tahun 1992.
Mutagen
kimia. Zat-zat kimia seperti kolkisin, digotinin, gas metan, dan etilmetan
asetat (EMS) dan 2-aminopurin dapat menyebabkan kesalahan pada replikasi yang
dilakukan oleh kromosom sehingga mengakibatkan perubahan susunan kimianya,
terjadilah mutasi.
Pengaruh
kenaikan suhu terhadap mutasi ialah semakin cepatnya laju mutasi. Kenaikan suhu
sebesar 10°C menyebabkan pertambahan laju mutasi sebesar 2-3 kali lipat.
VII.
KESIMPULAN
Dalam
percobaan ini, praktikan mengamati beberapa mutan Drosophila melanogaster dengan beragam ciri spesifik setelah di
mutasi. Mutan-mutan tersebut diantaranya mutan tipe white eye, eboni, wild
type, black, eye missing, sepia, rough, vestigial, curled, taxi dan miniature.
Sebelas mutan tersebut memiliki perbedaan pada warna mata, bentuk mata, bentuk
sayap, warna tubuh, serta lokasi kerusakan tingkat kromosom.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell,
N.A & Reece, J.B. 2010. BIOLOGI Edisi
Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Penerbit erlangga.
Hotimah,
H.; Purwatiningsih; & Karika senjarini. 2017. Deskripsi Morfologi Drosophilla melanogaster Normal
(Diptera:Drosophilidae), Strain Sepia dan Plum. Jurnal ILMU DASAR. Vol. 18(1): 55-60.
Ongko,
E. 2017. ANALISIS PENGARUH MUTASI TERHADAP PERFORMANCE ALGORITMA GENETIKA. Jurnal Teknik Informatika Kaputama (JTIK).
Vol. 1(1): 46-51.
Rahmawati,
L.; Jamaluddinsyah; & Eriawati. 2016. PENGARUH TEMBAKAU DALAM MEDIUM KULTUR
TERHADAP JUMLAH TURUNAN LALAT BUAH (Drosophila
melanogaster). Prosiding Seminar
Nasional Biotik 2016. Vol. –(-): 252-258.
Stansfield,
W. D.; Colome, J. S.; & Cano, R. J. 2009. Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Penerbit erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar